11 Nov 2014

Ini kejadian yang tiba tiba . Kira kira jam 3 sore saat suasana kantor tidak terlalu sibuk sibuknya, saya sedang berbincang bincang dengan teman sebelah saya. Lagi seru serunya ngobrol , tiba tiba gedung bergetar . Sampe tulisan tulisan di atas langit langit pun ikut bergetar .

“ Ada gempa...ada gempa” teriak teman sebelah saya . Awalnya kita pun ga terlalu panik karena kita mengira gempanya hanya beberapa detik saja .Ternyata lama kelamaan gempa pun semakin besar . Yang tadinya suasana sore itu begitu santai tiba tiba langsung heboh dan panik seketika .

Spontan kita kita yang sedang sibuk dengan urusannya masing masing langsung berhamburan keluar ruangan dengan perasaan yang panik dan was was . Dengan refleknya saya pun langsung ambil tas dan ting…. saya sudah berada di antara orang orang yang panik dan berhamburan keluar.

Satpam yang ada di gedung kami pun ga kalah sibuk dan paniknya. Beliau dengan sigapnya mengarahkan kita ke tangga darurat. Tahu ga apa yang saya lakukan selama turun di tangga darurat? , dengan panik dan napas tersenggal senggal , sepanjang perjalanan turun tak henti hentinya saya melafazkan AsmaNYA dan kata “ Mati “ terasa banget ada di pikiran saya.

Dalam hati saya berkata “ Yaa Allah saya belum siap mati, saya ga mau mati sekarang”. Beberapa menit kemudian sampai juga saya di basement dan saya pun langsung keluar gedung yang sudah di penuhi ratusan orang dengan muka yang ga kalah panik.

Yaa Allah saya akui saya masih begitu cinta dunia dan takut mati. Buktinya saat kau goyangkan bumi ini, perasaan takut mati ini begitu tebal dalam hati. Saya jadi malu dan merasa tidak tahu diri. Disaat senang dan bahagia saya kadang lupa denganMU dan tidak pernah kepikiran bahwa saya bisa mati kapan saja. Tapi saat saya di beri ketakutan dan bencana dengan tidak tahu malunya saya memuji muji dan berlindung di belakangMU. Oh sungguh hina hambaMU ini Yaa Allah, maafkan aku Yaa Rabb

06 September 2009
“ Belajar Hidup untuk Hidup”

1 comments:

Unknown said...

Masih takut mati?