11 Nov 2014

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendapatkan sebuah email yang kalo ga salah subject nya “ I have no excuse” .  Isi email tersebut ternyata sebuah kumpulan gambar orang di belahan dunia yang sedang sholat di tempat yang tidak biasa ( baca: bukan tempat ibadah seperti Masjid, Mushola). Ada yang sedang sholat di jalanan, stasiun kereta api, di tengah gurun, sampai di tengah reruntuhan bangunan.

Sangat takjub melihat gambar gambar tersebut, karena bisa bisanya mereka menyempatkan waktunya untuk melaksanakan sholat. Sedangkan saya sendiri yang kadang mempunyai waktu dan kesempatan yang banyak, kadang suka menunda nunda malah kadang lupa untuk melaksanakannya padahal sudah waktu sholat. Tapi kesibukan duniawi lebih melenakan dari seruanNYA.  Ahh…jadi malu pada orang orang itu. Mereka, yang notabane nya tinggal di negara yang penduduknya mayoritas non muslim dan disana masjid maupun mushola tidak banyak seperti di sini masih bisa dan tidak ada alasan untuk meninggalkan hal yang satu ini.

Tadi sedikit cerita dari email yang membuat saya merasa malu . Nah cerita berikut adalah benar ebnar kejadian yang saya saksikan secara langsung dengan mata kepala saya sendiri.

Jadi kejadiannya beberapa hari yang lalu waktu saya lari sore di kampus IPB, saya melihat dua fenomena yang mungkin menurut orang biasa saja. Tapi bagi saya , ini benar benar hal yang buat hati saya sejuk dan begong terkagum kagum.
Fenomena pertama ketika saat saya sedang berlari di taman , saya melihat abang tukang es dorong yang sedang khusuk sholat di tengah taman. Ini nyata dan langka dalam hati saya bergumam. Tapi ini benar benar terjadi di depan mata saya . Tanpa menunggu lama saya pun langsung menfoto kejadian yang menurut saya ini langka dan menakjubkan . 

“ Ya Allah berkahi abang tukang es itu” .


Fenomena kedua yang tak kalah menarik perhatian saya adalah ada beberapa muslimah yang sedang duduk berkumpul . Entah sedang apa mereka . Karena saya penasaran akhirnya saya mencoba mendekat ke arah mereka . Ternyata masing masing mereka sedang memegang sebuah Al Quran. Sambil membaca mereka selingi dengan berdiskusi tentang isinya .

Hari ini saya mendapatkan pelajaran dari kejadian kejadian tersebut. Yang pertama dari abang tukang es , bahwa apapun dan di manapun, kalau yang maha kuasa sudah memanggil , tidak ada alasan untuk meninggalkan dan menundanya. Yang kedua mengajarkan kepada saya bahwa Alquran bukan buku pajangan atau sebuah kitab suci umat islam . Kita sebagai umat muslim harus sering membaca dan menjalankan isinya terlebih di kehidupan sehari hari kita .

* Belajar hidup untuk hidup
Bogor 22 Juni 2010 14:00

0 comments: