2 Jan 2015

10:57 am
Salah satu makhluk hidup ciptaan Allah yang paling tinggi derajatnya adalah manusia . Karena kita di berikan Allah akal  , hati nurani dan pikiran .  Manusia oleh Allah di tunjuk untuk menjadi khilafah di muka bumi ini sesuai yang tertulis dalam ayat Al Quran Surat Al Baqarah : 30

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.” (QS Al Baqarah : 30)

Dari surat di atas kita bisa ambil kesimpulan bahwa manusia di ciptakan oleh Allah untuk di jadikan pemimpin semua makhluk Tuhan beserta isinya yang ada di muka bumi ini . Dari mulai binatang , tumbuh tumbuhan , air, hutan, sungai , udara dan lainnya . Tugas kita disini adalah sebagai penyeimbang dan memanfaatkan segala isinya tanpa merusak ekosistemnya .

Selain itu dalam hubungan antar manusia, tugas kita adalah saling tolong menolong antar sesama , hormat menghormati , hidup rukun dan saling menjaga serta saling menebar kebaikan .

Tapi nyatanya, semakin hari kehidupan jauh dari hal hal tersebut.

Kalau kita melihat berita televisi, media masa, tiap hari ada saja berita yang membuat hati miris dan geleng geleng kepala. Bagaimana tidak , berita kriminal sudah menjadi sarapan kita sehari hari .

Belum lama ini ada berita seorang anak yang menuntut ibunya kepengadian hanya karena soal harta, Ada juga seorang anak yang membunuh kedua orang tuanya,  Seorang ayah memperkosa anak kandungnya, ABG tega membunuh temannya sendiri hanya karena soal cinta. 

Belum lagi berita tawuran antar kampung, tawuran antar sekolah dan universitas, dan berita kriminal kriminal lainnya .

Sebenarnya apa yang salah dengan semua ini . Kita ini manusia bukan binatang, kita di kasih akal, pikiran dan hati nurani. Tapi kenapa kelakuan dan tingkah laku kita tak mencerminkan layaknya manusia . Bahkan kelakuan kita bisa lebih lebih dari seekor binatang .

Binatang tak memiliki nurani, tapi toh mereka ga akan tega membunuh anaknya sendiri . Apa harus, kalimat  “ tak berperikemanusiaan” di ubah menjadi “ Tak berperikehewanan” untuk orang orang seperti itu, yang memang akal , hati, dan nuraninya telah mati.

Terkadang uang , kekuasaan , jabatan, yang tak dibarengi dengan iman dan niat baik,  bisa menjadi alat yang ampuh untuk membinatangkan manusia . Tak sedikit dikarenakan hal tersebut, kita saling bermusuhan, saling bunuh, saling menghancurkan . Kita menjadi buas , liar tak terkendali , rakus , sombong dan gampang menyakiti satu sama lain.  

Lalu dimana peran kita sebagai khilafah yang disebutkan di ayat tadi?. Semua itu kembali lagi ke diri kita masing masing . Di mulai dengan diri sendiri , mengikuti semua petunjuk dan perintah yang sudah Allah berikan kepada kita . Menggunakan akal dan pikiran kita di jalan yang semestinya.

Berlomba lomba berbuat kebajikan, menjadi manusia yang berhati nurani, menjadi manusia yang penuh kasih sayang , menjadi manusia yang bersahabat dengan alam dan makhluk hidup lainnya , menjadi manusia yang lebih memanusiakan manusia itu sendiri, kembali kejalanNYA, kepada Allah semesta alam .

Bogor 3 Januari 2014

Belajar hidup untuk hidup 



0 comments: