7 Nov 2016

Polemik tentang surat Al Maidah 51 terus bergulir. Bukan saja di Jakarta, tapi diberbagai daerah di Indonesia, banyak terjadi protes terhadap gubernur pertahana yang mengeluarkan statemen yang menimbulkan pro kontra. Pernyataan pertahana ini banyak mengusik, menyinggung perasaan kaum muslimin yang ada di Indonesia.

Berawal dari statemen sang gubernur di kepulauan seribu saat sedang kunjungan kerjanya. Ketika sedang membahas pekerjaan, tiba-tiba sang gubernur belok membahas hal yang sensitif dan hal-hal yang jauh dari soal pekerjaan. Beragam reaksi dalam menyikapi pertanyaan gubernur tersebut. 

Banyak aksi-aksi yang mengecam pernyataan gubernur. Salah satu aksi yang terbesar adalah pada hari Jumat tanggal 4 November 2016. Berbagai elemen Islam dan kemasyarakatan mengelar aksi damai dan long march dari Masjid Istiqlal ke Istana Merdeka Jakarta. Mereka menuntun kepolisian memproses secara hukum atas statemen gubernur yang dinilai menistakan agama.

Saya dan beberapa teman ikut serta dalam aksi damai tersebut. Aksi damai yang digelar setelah sholat Jumat sampai dengan sore hari pukul 18:00 awalnya berjalan lancar dan damai. Tapi setelah lepas magrib , ternyata terjadi kericuhan yang menodai aksi damai tersebut. Entah siapa yang memulai pertama kali, apakah ini murni ulah pendemo atau ada penyusup dan provokator yang ingin mengacaukan aksi damai tersebut. Kita lihat hasilnya beberapa minggu atau bulan kemudian

Saya sendiri mencoba meliput aksi damai tersebut dengan kamera saya. Berikut hasil pantauan saya selama mengikuti aksi damai yang dimulai siang sampai sore hari .



0 comments: