25 Sep 2017





Mesin waktu itu berputar keras, mengingat kejadian 20 tahun lalu. Sosok-sosok imut, lucu dan menggemaskan terlintas dalam benak. 

Iya, wajah teman-teman SMP hilir mudik dalam ingatan. Kenangan-kenangan waktu sekolah dulu saya buka kembali. Samar-samar, tak tak sepenuhnya hilang dalam ingatan. 

Mencoba untuk bernostalgia, menyusuri kejadian-kejadian yang dulu pernah terjadi. Tapi, apa daya, hanya sebagian serpihan memori yang masih terekam, sisanya benar-benar ditelan waktu. 

Dulu, waktu SMP, saya merupakan murid yang biasa saja. Jarang nongkrong dan jarang bergaul. Mungkin hanya teman-teman sekelas saja yang ingat wajah saya, itupun ga semua. 

Memori yang masih saya ingat sampai sekarang paling hanya beberapa kejadian. Salah satunya saya pernah pingsan saat sedang upacara sekolah hehe. 

Satu lagi kenangan yang bikin saya geli dan tersenyum sendiri adalah ketika saya suka sama seorang cewe, dan saya ga berani bilang, saya mencuri fotonya dia diatas mejanya saat sedang ujian catur wulan. 

Waktu dulu setiap ujian catur wulan, biasanya dimeja para murid ditempel foto hitam putih untuk tanda pengenal. 

Setelah fotonya sama ambil, saya bawa pulang kerumah. Dan foto tersebut saya taruh diplastik dan saya sembunyikan di bawah lemari hahahaha. 

Saya lebih banyak menjadi pemerhati teman-teman seangkatan. Memperhatikan anak-anak basket yg dipuja para cewek, keberanian teman-teman yang nakal yang selalu membuat onar, hingga  geng cewe cewe cantik yang banyak dipuja banyak orang. 


Nyaris setelah lulus SMP, saya sudah kehilangan kontak dengan mereka. Paling hanya beberapa orang aja yang memang sama-sama masuk SMA bareng. 


Semua nyaris terlupakan. Tapi, tiba-tiba, semua berubah. Saya dipertemukan kembali dengan mereka-mereka ini. 

Kejadiannya begini. Saat lebaran haji kemarin, saya pulang kerumah orang tua. Sedang asyik-asyiknya nonton, tiba-tiba, tetangga saya yg dulu pernah satu sekolah bilang, " bek, aya reuni smp, rek miluan moal?". Saya kaget, " hah, reuni smp, iraha, dmana?". 

Singkat cerita, saya di invite ke group WA. Saya buka satu-satu nomor mereka, seketika saya dilempar ke 20 tahun lalu. Mengingat-ingat muka mereka yang sudah banyak perubahan. Tampang-tampang polos, berubah jadi keibuan dan kebapakan. Sebagian samar tak ingat, sebagian masih ada yang kenal. 


Selang beberapa minggu, tibalah hari reuni tersebut. Saya datang, menyapa, bersalaman dan memperkenalkan diri kembali. Seperti murid baru yang baru masuk sekolah. 

Sedikit-sedikit mulai ingat muka mereka kembali. Dan alhamdulillah, masih ada juga yang ingat muka dan nama saya hehe. 

Acara berjalan seru, bercerita, bernostalgia tentang masa lalu. Semua dalam keakraban dan persahabatan. Saya pun ikut larut didalamnya. 

Banyak perubahan-perubahan dari mereka. Yang saya kenal dulu nakal, sekarang ada yang jadi ustad, yang dulu modis, sekarang bergamis. Semua berubah dalam perjalanan hidupnya. 


Tak rugi rasanya saya ikut reunian kemarin. Ternyata, saya bisa juga ketemu teman-teman yang hampir telupakan. Teman sebangku yang sekarang sukses. 

Senang rasaya hati ini. Bahwa silaturahim kita masih bisa disambung dalam acara kemarin. Semoga persahabatan kita terus berlanjut tak hanya dalam reuni, tapi dalam kehidupan-kehidupan selanjutnya.

Terkhusus buat panitia, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga dengan apa yang sudah diusahakan dengan susah payah kemarin, menjadi berkah buat kita semuanya .

Minggu, 24 September 2017.

Rumah joglo 

0 comments: