17 Oct 2017

Seperti biasa, ritual sebelum memulai aktifitas kerja adalah ngerokok dan ngopi di parkiran. 
Selain ajang merokok dan ngopi, saya bersama teman kantor biasanya sering ngebahas apa aja. Dari mulai kehidupan, politik kadang juga agama . Pokoknya macem-macem, goda gado, warna warni topiknya.
Suatu waktu, saya iseng tanya sama teman saya. Kebetulan dia non muslim. 
"Menurut loe, kalo ada orang yang bilang semua agama itu sama, loe setuju ga?". Tanya saya.
" Ya engga setuju lah". Jawab dia. 
"Ya, gw juga ga setuju". Saya menimpali.
"Tapi terkadang banyak juga yang bilang bahwa agama itu sama, cuma jalannya aja yang berbeda". Saya melanjutkan perbincangan.

" Meskipun loe non muslim, gw akan bilang sama elo bahwa agama gw yang paling bener. Begitu juga elo, bahwa agama yang paling bener ya agama elo".

"Ga mungkin juga misalkan loe mengakui bahwa Muhammad adalah seorang  nabi. Atau juga misalkan dikeyakinan loe bahwa dia Nabi sesat, ya ga masalah juga". 

Atau misalkan gw bilang, " Yesus itu bukan tuhan, cuma sekedar nabi" , ya ga masalah juga. Karena itu menyangkut keimanan dan keyakinan seseorang. 

Misalkan gw bilang loe "Kafir", atau loe bilang gw,"Domba yang tersesat  ", ya ga masalah. Wong emang itu udah keyakinannya masing-masing. 

Jadi soal klaim keyakinan Agama gw yang paling benar ya itu bagus dan ga ada masalah. Karena Kebenaran agama itu absolut menurut keyakinan masing-masing.  Engga bisa diganggu gugat. 

Salah satu wacana dan tujuan SEPILIS ( sekularisme, pluralisme dan liberalisme) ya salah satunya menjauhkan agama dari kita. Menyamarkan mana yang sudah hak dan mana yang bathil.  

Tapi kalo masih ada yang setuju dan meyakini bahwa" Semua agama itu benar, cuma jalannya aja yang beda", ya silahkan aja. Sekalian aja dibikin jadwal, besok ke Masjid, minggu ke Gereja, selasa ke Wihara. Minggu depan Sholat, minggu depannya kebakhtian. 

Yang muslim bilang dalam hati, bahwa percaya Yesus mati ditiang salib untuk menebus dosa manusia. Yang non muslim belajar meyakini bahwa Allah itu satu dan Nabi Muhammad adalah utusannya. Berani ga? 

Saya dengan teman saya pun kembali ngobrol asyik tanpa ada yang tersinggung satu sama lain. 


18 Oktober 2017

Commterline lanjut busway
" Belajar hidup untuk hidup" 




0 comments: