19 Oct 2017

Imam Malik adalah salah satu ulama besar Islam. Salah satu dari 4 Imam Mahzab. Beliau pendiri Mahzab Maliki yang diikuti jutaan orang diseluruh dunia. 

Beliau lahir di Madinah. Beliau juga salah satu guru dari Imam Syafi'i. Soal Ilmu, jangan diragukan lagi. Beliau adalah pakar Ilmu Fiqh & Hadist. 

Kitab yang terkenal yang dikarangnya adalah Al Muwaththa. Pada usia 10 tahun, Imam Syafii sudah menghapal kitab yang dikarang Imam Malik ini. 

Pada suatu ketika, ada seseorang muridnya yang diutus dari negeri yang jauh oleh masyarakat setempat untuk menanyakan permasalahan yang belum terselesaikan di negerinya kepada Imam Malik. Dari puluhan pertanyaan, Imam Malik hanya bisa menjawab beberapa saja, sisanya beliau menjawab, " Aku Tidak Tahu". 

Muridnya merasa kecewa dan tidak puas dengan jawaban gurunya itu. Ia lalu berkata," apakah aku harus mengatakan kepada orang-orang bahwa Imam Malik tidak tahu?".

"Ya!". " Katakan pada mereka bahwa aku tidak tahu jawaban yang mereka pertanyakan". 

Seorang Imam Malik pun tak segan dan tak malu untuk mengatakan bahwa dia tidak tahu jika memang beliau tidak mengetahui jawabannya. Beliau tidak takut dibilang bodoh, tidak pula merasa pintar dan tahu segalanya. Apalagi mengarang-ngarang jawaban agar dibilang pintar dan tahu segalanya.

Dalam kontek kekinian dan di jaman now ini, apalagi dalam kehidupan sehari-hari yang kita lakoni, sering kita dihadapkan oleh pertanyaan-pertanyaan dari seseorang, entah itu anak sendiri, istri, teman hingga orang yang tidak kita kenal. 

Dan barangkali dari pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan sebenernya kita tidak mengetahuinya. Lalu, apa jawaban dan sikap kita, apakah akan jujur bilang," Saya tidak tahu". Atau karena malu dan takut dibilang "bodoh", maka kita mengada-ngada jawabannya, atau kita akan berkata jujur bahwa kita tidak mengetahui jawabannya. 

Jika kita mengambil hikmah dari cerita Imam Malik di atas, seharusnya kita berkata," Aku tidak Tahu". Tak perlu malu dan ragu mengatakannya. Dan tak perlu takut dikatakan bodoh. 

Ilmu Allah itu luas, dan sebelum nyawa menjemput, kita harus terus belajar dan mencari ilmuNYA. Membaca buku, belajar dari guru hingga memperhatikan dan merenungi alam semesta ini.

20 Oktober 2017
Commuterline Bogor - Univ Pancasila


#CapekBerdiri 
"belajar hidup untuk hidup" 



0 comments: