13 Oct 2017


Diar diary

" Hari aku seneng banget. Karena...bla..bla.. ". 

Beruntunglah kalian yang dulu mempunyai buku Diary. Setiap ada momen, baik sedih, senang, kecewa, selalu ditumpahkan dalam sebuah buku kecil. 

Buku kecil yang berwarna-warni, imut dan kadang di gembok. Iya, namanya buku diary. Waktu sekolah dulu, saya sempat punya buku diary, tapi isinya ga jelas. 

Maka dari itu, beruntunglah buat orang-orang yang dulu selalu menuliskan kisah hidupnya dalam sebuah buku diary.
Apalagi sampai sekarang masih melakukan itu. 

Dengan adanya Buku Diary, kita bisa membuka lagi kisah hidup kita dan mengingat berbagai macam hal yang pernah terjadi. Perjalanan hidup kita terekam disitu. Ada yang manis pahit, jelek bagus, senang sedih, bercampur jadi satu. 

Beberapa hari ini saya, mulai lagi mencoba merekontruksi kejadian-kejadian lampau dalam sebuah tulisan kecil. 

Tujuannya sih sederhana, ingin melatih menulis, mendokumentasikan kejadian masa lalu yang mungkin beberapa tahun lagi bisa lupa. Karena semakin hari, semakin tua, semakin lupa hal-hal yang pernah terjadi terdahulu. 

Kejadian yang mungkin pernah membuat kita down, membuat kita jatuh tersungkur, titik balik kehidupan, hingga warna-warna hidup yang silih berganti. 

Mungkin dengan kejadian-kejadian yang saya tulis kembali ini, bisa diambil hikmah dan inspirasi bagi yang membacanya. 

Menulis menjadi penting. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer 

" Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."

Yuk sama-sama belajar menulis. Menulis apa saja. 

13 Oktober 2017

Commuter line Bojong gede - Bogor

"belajar hidup untuk hidup" 




sempatkan menulis cerita yang dulu pernah saya alami. Tapi, yang 


0 comments: