12 Oct 2017

Keimanan dalam setiap keyakinan beragama adalah hal yang paling fundamental. Dalam arti umum Iman bisa diartikan Percaya. Jadi setiap masing masing pemeluk agama, mempercayai apa yang diimaninya. 

Misalkan dalam Kristen, Mereka mengimani bahwa, Kematian Yesus adalah suatu bentuk pengorbanan kasih Tuhan kepada manusia untuk menebus dosa-dosa manusia. Siapa yang mempercayai Yesus mati disalib untuk menebus dosa manusia, maka dia terselamatkan. 

Dalam Islam pun demikian. Iman merupakan suatu hal yang mendasar. Iman tak cukup diucapkan dalam hati dan meyakini bahwa kita percaya bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Tapi harus dibarengi dengan perbuatan. 

Perbuatan-perbuatan yang dilarang maupun yang diperintahkan seperti Sholat, zakat, puasa, berbuat baik dan lain sebagainya. 

Terkadang kadar Iman setiap orang seperti grafik. Naik dan turun, terang dan redup, pun bisa hilang dan mengukuh dalam hati. 

Hal itu dikarenakan banyak faktor seiring perjalanan hidup manusia. Perjalanan hidup bisa mengubah iman seseorang. Misalkan yang dulu hidup dalam kemaksiatan, saat iman menyinari hatinya, semua dia tinggalkan.

Kadang pula iman bisa menipis dan hilang karena kita tidak mencoba mencari, memahami dan meyakini apa yang kita yakini. Lingkungan pun punya andil yang besar dalam merubah iman seseorang. 

Jika lingkungan kita dipenuhi orang-orang yang jauh dari cahaya Ilahi, kita pun bisa terbawa. Pun sebaiknya. Jika kita bergaul dengan orang-orang sholeh, tinggi ilmu dan orang yang sama-sama ingin memperbaiki imannya, maka iman kita pun bisa ikut terjaga.

Membaca pun hal yang penting untuk melindungi iman kita pergi dari hati. Membaca kisah-kisah orang soleh, membaca sejarah nabi, membaca ilmu-ilmu agama contohnya.  

Al Quran sering memerintahkan kita untuk berfikir dan menghayati. Dalam beberapa ayatnya selalu diawali seperti,"Tidakkah kalian perhatikan gunung dipancangkan". " Tidakkah kalian berfikir dan memperhatikan bagaimana langit dihampar", dan ayat-ayat lain yang serupa. Itu mengindikasikan bahwa kita harus selalu berfikir dan memperhatikan semua ciptaan Allah agar keimanan kita bertambah. 


Ada cerita tentang seorang teman yang mungkin hampir kehilangan imannya. Awal ceritanya saya sudah rada-rada lupa. Tapi intinya kalo ga salah, waktu kita ngobrol ngalor ngidul, ngomongin banyak hal, saya menawarkan dan merekomendasikan buku karangan profesor Matematika Universitas di  Amerika yaitu Dr Jeffeey Lang. 

 Beliau telah menulis beberapa buku yang menurut saya cukup bagus . Buku-bukunya antara lain berjudul, Dan Malaikat pun Bertanya, Aku Beriman maka Aku bertanya, Aku Menggugat maka aku kian beriman, Berjuang untuk Berserah dan lain-lain.  Buku tersebut menceritakan Kisah hidup beliau dari seorang Katolik, Atheis lalu menemukan cahaya Islam.  Kebetulan waktu saya punya beberapa buku tersebut.

Saya menawarkan kepada teman saya itu. "Baca buku ini deh, kalo mau, gw bawain nanti". Teman saya mengiyakan tanda setuju. Besoknya saya bawakan buku tersebut. Dan dia mulai membacanya. 

Bukan sulap bukan sihir, saya melihat banyak perubahan teman saya itu. Yang sebelumnya jarang sholat, sempet dalam curhatan dia bilang dia mulai tidak percaya dengan apa yang diimaninya, beberapa bulan kejadian pinjam buku, Sholatnya jadi rajin plus sering kemasjid untuk berjamaah. Ngajak yang lain. Selalu dengerin ceramah agama, sering diskusi tentang agama dan perubahan-perubahan positif lainnya. 

Allah telah memberikan Hidayahnya. Membuka tabir gelap hatinya, menerangi keimananya.  

Begitulah iman. Kita tidak tahu diakhir iman kita masih bersemayam atau lepas dari hati. Yang kita harus lakukan adalah terus merawatnya, sirami dengan ilmu, disuburkan oleh amal perbuatan. Semoga kita selalu dalam Iman Islam. Amin 

Semoga tetap Istiqamah teman. 


13 Oktober 2017

Commuter line Bogor- Ps Minggu

"Belajar hidup untuk hidup" 










0 comments: