16 Nov 2017


Sedang viral sebuah video sepasang muda-mudi yang diarak dan nyaris bugil karena dituduh berbuat "mesum" di sebuah kontrakan didaerah Cikupa Tanggerang.
Semalem saya baru nonton videonya sebentar, dan pagi ini baru membaca beritanya di media.
Saya berpendapat, apa yang dilakukan warga yang mengarak dan menelanjangi kedua sejoli ini, adalah tindakan yang tak pantas. Terlepas mereka melakukan hal yang dituduhkan apa tidak. Meskipun mungkin, keduanya bisa dikatakan melanggar norma agama dan sosial. Karena berduaan , dalam kostan dan bukan pasangan suami istri.

Tapi mengarak dan memaksa menelanjangi si tertuduh hingga nyaris bugil adalah suatu hal yang sangat tak pantas. Apalagi yang dilakukan warga itu misalkan karena menuduh berbuat zina dan mesum.
Menurut berita di media yang beredar, saat digerebek, dua sejoli itu sedang tidak melakukan perbuatan mesum.

Diceritakan bahwa si lelaki mengantarkan makanan untuk sang pacar. Dan mereka makan bersama-sama di kontrakan tersebut. Tak berselang berapa lama, ketua RT mengedor pintu yang tidak ditutup rapat. Selain pak RT , ada beberapa warga yang ikut.
Pasangan tersebut dipaksa mengangku berbuat mesum. Pasangan tersebut menolak mengaku. Akhirnya Warga mengarak pasangan tersebut menuju rumah pak RW. Namun diperjalanan, masa malah menganiaya dan melucuti pakaian keduanya hingga nyaris bugil.
Polisi akhirnya menetapkan beberapa tersangka dalam kasus ini dan sedang memburu penyebar video tersebut.

Membaca berita ini, jadi ingat kasus tentang pembakaran seorang yang dituduh mencuri soundsystem di mushola. Yang pada akhirnya, yang dibakar dan mati bukan seorang pencuri.
Berkaca dari kasus diatas, sudah sebaiknya kita selalu menjaga emosi dan jangan mudah terprovokasi. Sudah Ada aparat hukum. Biar mereka melakukan tugasnya.
Jika sudah kejadian, orang yang dibakar dan mati tidak bisa dihidupkan kembali. Begitupun terhadap pasangan diatas, jika memang dia tidak bersalah, harga diri mereka sudah hancur berkeping-keping, dilecehkan, malu. Semua ujung-ujungnya bisa fitnah.
Tak beda jauh dengan kasus yang beberapa bulan lalu sempat heboh. Dan sekarang pun masih berlanjut, meskipun tak seramai kemarin-kemarin. Kasus Habib Rizieq yang dituduh berbuat mesum via WA dengan seorang wanita menjadi perbincangan hangat dikalangan dua kubu.
Buat kubu yang benci dan tidak suka beliau, ini mungkin akan menjadi senjata mereka untuk mengolok-olok, menyindir , atau bisa jadi akan menjurus ke hal yang macam-macam seperti, menuduh cabul, mesum, hingga zina.

Tapi buat kubu yang suka sama beliau, mereka akan membela, mengklarifikasi tuduhan tersebut.
Hingga hari ini, kasus tersebut masih simpang siur dan belum jelas kebenaannya. Polisi masih mengembangkan kasus ini. Yang mencebar chat WA pun belum bisa ditangkap.
Disini posisi polisi diuji, apakah benar kasus ini nyata, atau hanya sekedar permainan politik atau ada sesuatu rencana dibaliknya. Apakah polisi akan berdiri diatas kebenaran, atau sebaliknya.
Semua sudah terjadi, berita sudah tersebar, fitnah dan tuduhan semakin liar, tapi benar atau salahnya semua tidak tahu.

Yang harus kita hindari dari kasus diatas adalah, kita harus berhati-hati dalam menyikapinya, sebutlah benar, toh itu urusannya beliau, kalau tidak benar gmana?. Apalagi yang sudah terlanjur memfitnah beliau berzina.
Dalam Islam sendiri, tuduhan berzina itu ada syaratnya hukumnya, yaitu harus mendatangkan 4 orang saksi. Dan tuduhan itu sungguh berat pertanggunjawabannya.
Dalam An Nur 4 disebutkan :
Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik[1029] (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, Maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. dan mereka Itulah orang-orang yang fasik.
( Lebih lengkap tentang tuduhan zina bisa search di google tentang hukum tuduhan berzina dalam islam)

Jadi lebih baik kita berdiam diri, daripada kita menuduh seseorang berzina, ternyata apa yang dituduhkan tidak terbukti.
Benci kepada seseorang adalah hak masing-masing, tapi hanya karena benci lalu kita tidak adil, menuduh dan memfitnah tanpa bukti yang kuat, apa yang akan kita dapatkan?
Demikianlah. Yang setuju dan tidak setuju dengan tulisan saya, silahkan. Ini pendapat pribadi. 


Blok M 15 Nov 2017,
Youtube : https://www.youtube.com/c/bebeksaurusid 

"Belajar Hidup Untuk hidup "


0 comments: