16 Apr 2019

Besok rakyat indonesia akan merayakan pesta demokrasi 5 tahunan yang akan menentukan siapa presiden ke 8 republik ini. Sangat terasa euforia dan antusiasme masyarakat menyambut perhelatan ini. Apalagi di sosial media. Berbeda sekali asmosfirnya jika kita mundur ke tahun 2009 atau 2004. 

Perbincangan seputar politik dan copras capres terasa panas dan memuakan akhir-akhir ini. Polarisasi masyarakat sangat terasa. Dimulai dari pilgub 2012 dan dilanjut pilpres  2014. Paling tidak ada dua kubu yg saling berseteru, beradu argumen, ngomentarin berita yg belum jelas hingga nyinyir saban waktu. 

Saya sebut saja dua kubu itu adalah cebong dan kampret. Cebong mewakili kubu penguasa sedangkan kampret mewakili oposisi. Disini saya akan fokus ke dua spesies ini (cebong dan kampret) . Cebong dan kampret yg saya maksud disini adalah pendukung fanatik dan bigot kedua belah pihak. Untuk pendukung yang normal,wajar dan biasa saja, yg enggak nyinyir, ga ngehoax, ga ngomentarin berita yg belum tentu kebenarannya saya anggap bukan kelompok ini.

Cebong dan kampret tiap hari kelakuannya selalu aja ada hal yang kalo dipikir-pikir tuh lucu. Berantem tiap hari, nyinyir-nyinyir ga jelas, ngomentarin suatu berita di kolom komentar gerombolannya sendiri, dan kadang tak jarang menyebar berita-berita hoax dan belum tentu kebenarannya hanya untuk memuaskan hasrat politiknya. Sekiranya berita itu menguntungkan kubunya dan menjelekan lawannya, tanpa dipikir ulang, jari-jarinya langsung sigab memencet tombol share. Dan berita itu dia dapat dari portal portal berita abal-abal yang terafiliasi ke kubunya masing masing. Dan parahnya portal portal tersebut sudah sering memberitakan berita yg belum terverifikasi dan hoax. Tapi tetap saja dijadikan referensi dan rujukan. 

Para cebong dan kampret lama-lama seperti budak. Gampang disuruh-suruh,terombang ambing dan tak punya pendirian.  Pikiran dan hatinya tidak digunakan dengan semestinya. Mereka membagikan berita atau membuat status di sosmednya hanya karena ikut-ikutan para buzzer , influencer ditiap kubu masing-masing. 

Sudah berapa orang hanya karena politik yang kotor ini pertemanannya jadi retak, saling unfollow dan saling mencaci maki. 

Sudah berapa banyak fitnah dan hoax yang dilakukan oleh kedua kubu ini. 

Sudah berapa banyak hati yang tersakiti dengan status-status yang kita buat di sosial media. 

Politik ini kotor kawan. Siapapun yang menang nanti, kepentingan-kepentingan calon dan orang-orang dibelakangnya akan selalu sama. 

Mereka datang dengan janji-janji manis, lalu menguap kayak kentut. 

Mereka mendadak islami dan mendekati ulama-ulama hanya ada maunya saja. 

Mereka memposisikan diri sebagai orang yang merakyat dan sederhana, sejatinya kebijakan dan keputusannya tak sedikit yang tidak memihak rakyat kecil. 

Omongan dan janjinya hanya semburan dusta. Hari ini bilang A , besok ngomong B, prettt. 

Jadi buat cebong dan kampret, jika kalian lantang dan keras membela dan memuja jagoan kalian, mulai besok, siapapun yang menang, baik no 1 atau 2, bersatu dan berdamailah kalian. Galak dan kritik keraslah presiden terpilih nanti jika janji-janjinya tak ditepati dan kebijakan-kebijakannya tak berpihak kepada rakyat. 

Mereka dipilih rakyat untuk bekerja sebaik-baik dan seadil-adilnya untuk semua dan seluruh rakyat indonesia. Tak perlu memuji dan membenci berlebihan. Karena setiap pemimpin mempunyai kekurangan dan kelebihannya. 

Tak perlu memuji dan paling berjasa, mengklaim dan menihilkan pembangunan infrastruktur atau apapun. Karena sejatinya pembangunan itu berkesinambungan, berestafet dan saling lengkap melengkapi. 

Akhirnya, selamat memilih untuk semuanya. Pilihlah karena hati nurani, karena pertimbangan dan analisa yang mendalam. Bukan ikut-ikutan apa kata influencer dan buzzer biadab itu. Mudah mudahan kita tidak menjadi sampah peradaban. Dan semoga indonesia terus damai dalam harmoni dan masyarakatnya saling harga menghargai hormat menghormati apapun pilihannya. 

Mohon maaf jika ada kata yang tak berkenan.

16 April 2019
Commuterline
#cebong #kampret





1 comments:

Unknown said...

Damai bersenandung kembali .